FAQs

Berikut adalah daftar pertanyaan yang sering ditanyakan kepada kami:

1. Bagaimana awal terbentuknya Mas Jamang?
Informasi mengenai ini dapat Anda cermati di Tentang Kami. Pada intinya, Mas Jamang lahir di KeSEMaT, sebagai sebuah upaya untuk mempopulerkan mangrove kepada masyarakat.

2. Apakah Mas Jamang?
Mas Jamang adalah label. Artinya, Mas Jamang memiliki usaha di bidang kuliner mangrove. Kuliner mangrove yang dimaksud adalah kuliner yang dibuat dari tepung mangrove yang bahan bakunya diambil dari buahnya yang mengandung karbohidrat yang dibudidaya sehingga produk Mas Jamang tidak mengeksploitasi, justru melestarikan mangrove. Kami hanya menggunakan buah mangrove yang matang yang dipanen dari kebun pembibitan mangrove warga binaan kami. Produk kuliner mangrove kami juga aman konsumsi, karena telah melalui tahap penelitian yang panjang dan mendapatkan sertifikasi PIRT dari Dinas Kesehatan, Jawa Tengah.

3. Apakah Mas Jamang tidak merusak dan mengeksploitasi mangrove? Benarkah produk ini tidak beracun?
Sudah terjawab di poin 2.

4. Dimanakah tempat produksi Mas Jamang. Katanya punya warga binaan?
Kami memproduksi kuliner mangrove di Semarang dan kami juga punya warga binaan di Semarang dan melakukan pendampingan warga ke beberapa kota lainnya.

5. Berapa harga Mas Jamang?
Harga bervariasi, tergantung dari jenis tepung mangrovenya. Kami menjual, mulai dari harga Rp. 10.000,- hingga Rp. 50.000,-.

6. Apakah menjual selain kuliner mangrove? Bagaimana konsep pengembangan usaha produk Mas Jamang?
Tidak. Namun demikian, kami tidak hanya menjual produk kuliner mangrove saja, melainkan memiliki paket jasa pelatihan kuliner mangrove. Selain itu, kami juga mendampingi warga binaan kami di Semarang dan beberapa kota di Indonesia.